Aku Rindu dan Puisi lainnya
Aku Rindu
Aku rindu mencintaimu dengan sempurna,
dengan sajak yang tak pernah dibacakan malam
kepada bulan yang menyebabkannya lumpuh;
dengan bahasa yang tak pernah dituturkan manusia
kepada dunia yang menjadikannya rapuh.
Aku rindu mencintaimu dengan sempurna,
dengan bait yang tak pernah dijelaskan pena
kepada media yang menyebabkannya kambuh;
dengan puisi yang tak pernah dinyatakan hati
kepada bumi yang menjadikannya luruh.
KUPU-KUPU IMUT
Kupu-kupu yang imut,
dari manakah engkau datang.
tak tentu hilir mudiknya
bunga-bunga yang kembung di taman kecil
Berkepak-kepak lembut,
di ranting bunga yang tak lentuk
bukankah teman-temanmu
pergi ke sekolah
Kupu-kupu yang jelita
bolehkah saya bertanya
mengapa kau tak ke sekolah
masa depan yang harum baunya,
hilir mudik tak ke sekolah
mimpian melintasi bumi,
bolehkah kau temani saya
belajar di sekolah
* Puisi ini pernah diterbitkan pada Koran Pos Kupang.
*Melki Deni, Mahasiswa STFK Ledalero, Maumere, Flores, NTT.
Post a Comment for "Aku Rindu dan Puisi lainnya"